Update

8/recent/ticker-posts

Pohon Tak Berharga Disulap Jadi Patung Liberty, Maha Karya Anak Bangsa




Tangerang, bnrinews.id - Berawal dari suatu rencana penebangan pohon di lingkungan gedung Kedutaan Besar Amerika di jakarta, salah seorang pegawai kedutaan bernama Mr Brendan Barry dari BL Harbert International LLC mengajukan suatu gagasan yang baik ini kepada saya ( Lisa Uttendorfer ), agar supaya pohon ini bisa dijadikan dalam bentuk kayu, sehingga itu dapat dijadikan sesuatu seperti furniture atau yang lainnya.

Berangkat dari ide atau gagasan ini, saya berpikiran untuk menjadikan sesuatu barang berharga yang nantinya dapat akui bersama kedua belah Pemerintahan, dalam hal ini adalah Pemerintahan Amerika Serikat dan Pemerintahan Republik Indonesia serta masyarakat Indonesia seutuhnya meskipun ini seni karya anak bangsa yang diberikan kepercayaan dari Kedutaan Amerika untuk Indonesia yang bertempat di Jakarta.

Oleh sebab itulah, melalui bahan ini saya ingin mewujudkan pohon tersebut menjadi suatu barang berharga yaitu sebuah patung yang konon ceritanya sebagai maskot di seluruh penjuru dunia. Bahkan Negara kita Indonesia pun mengetahuinya, sehingga dengan kepercayaan beliau berdua inilah saya berpikiran bahwa yang terbaik adalah Patung Liberty.

Mengapa Liberty? Patung ini melambangkan suatu negara yang memiliki kekuatan atau kemampuan lebih besar dibanding dengan Negara lain, serta saya ingin membuatnya dikarenakan beliau berasal dari Negara Amerika. Saya pun berharap hasil karya kita sebagai anak bangsa bisa menyaingi karya kelas dunia, dan ini salah satu kerjasama saya dengan kedutaan Amerika untuk Indonesia. Maka saya pun ingin negara kita mengakui dan memberikan apresiasi karya anak bangsa Indonesia seperti hasil cipta karya sebagai persembahan saya secara pribadi sebagai anak bangsa Indonesia kepada kedutaan Amerika di Jakarta.

Disamping itu, saya juga seorang wanita yang berprofesi sebagai wirausaha dan pemilik PT ToBe Utama Indonesia tepatnya di kota Tangerang. Wirausaha saya bergerak di bidang pengrajin kayu dan furniture, sehingga dengan demikian saya bersama teman - teman yang membantu BL Harbert International LLC mengerjakan pembuatan material yang terbuat dari kayu ini untuk saya persembahkan sebagai tanda hubungan baik antar kedua Negara yaitu Amerika Serikat dan Indonesia, lalu hasil karya saya bersama teman - teman inilah ditempatkan di gedung Kedutaan Amerika di Jakarta.

Sejak tahun 2017 sampai dengan selesai usaha saya ini terus berjalan. Saya tercengang kagum saat batang - batang pohon tiba ditempat usaha saya, ketika itu saya menghirup bau wangi tercium dari pohon itu, ternyata batang - batang itu berbau sangat harum dan warnanya sangat indah. Saya pun berpikir ini adalah pohon bunga Kenari yang tumbuh besar di halaman gedung Kedutaan Amerika di Jakarta yang saya lihat. Pohon itu sangat tua, dengan diameter batang hampir mendekati 1,5 M. Lalu muncul inisiatif untuk melestarikan dan mengembalikan kayu tersebut ke tempatnya. Demikianlah pikiran dan inisiatif saya, semoga kelak memdapatkan apresiasi dari Pemerintah Republik Indonesia, dan teman - teman saya dari kedutaan Amerika.

Semoga Patung yang kami buat ini bisa diterima oleh Kedutaan Amerika, juga sebagai rasa Hormat dan terima kasih saya atas kesempatan yang telah diberi. Kesempatan serta kepercayaan untuk ikut berpartisipasi mengukir sejarah karya anak bangsa dalam Pembangunan Gedung Kedutaan Amerika.

Keberadaan BL Harbert International LLC dan Mr Brendan Barry sebagai pimpinan yang sangat berjasa bagi saya ketika dalam masa jabatannya sebagai Duta Besar juga memberikan pengaruh baik dalam hal mengatur penebangan dan pengiriman dengat baik hingga sampailah kayu - kayu itu ditempat usaha saya di Serpong - Tangerang Selatan. Selain itu juga ada Mr Jorge R Vazques dari the PD Dept yang mendukung saya bersama teman - teman disaat awal mengerjakan Patung Liberty dan membantu juga untuk komunikasi kami dengan Ambassador Mr Joseph R Donovan Jr yang diwakili oleh Mr James R Dayringer yang menerima ide atau gagasan saya tentang pembuatan Liberty.

Masa waktu untuk mewujudkan Patung Liberty dari mulai mempelajari sejarah dari internet, dan buku sejarah yang dikirimkan langsung dari Amerika kepada saya. Maka awal itu saya melakukan pencarian tukang pahat yang sangat sulit dari beberapa patung contoh yang coba dibuat, banyak tukang pahat yang tidak sanggup, apalagi jika harus membuat dalam bentuk kayu setinggi 3 meter. Disinilah kesibukan saya yang juga harus keluar negri untuk misi bisnis dengan KADIN, sampai ada kesempatan baik yang berbarengan dengan misi dagang ke Amerika yang diadakan Kementrian Perdagangan pada 8 December 2019 yang lalu. Saya berpikir bahwa kesempatan itu saya jadikan moment untuk melihat bentuk Asli dari patung Liberty di New York. Alhamdulillah Kedutaan Amerika memberi saya Visa Bisnis tanpa syarat, atas bantuan teman - teman dan bagian consular.

Namun semua ini bukan hal yang mudah buat saya, ke Negeri yang pertama kali saya kunjungi dalam musim dingin sendirian. Karena ini diluar agenda dari Kementrian Perdagangan, Saat itu saya sempat meriang di Washington DC, ditempat saya dan team diterima oleh Pihak Kedutaan Besar Indonesia dan Atase, tetapi saya yakin akan menyelesaikan Patung Liberty ini dengan kondisi badan dalam keadaan kedinginan hingga saya berupaya harus kuat menjalaninya.

Setelah seminggu di Washington DC, saya melanjutkan misi ke New York untuk melihat bentuk asli dari Liberty, dan ternyata sangat mengagumkan. Lalu di kota New York ini tempat Liberty berdiri tegak, dan Museumnya pun ada.

Di lokasi itu saya merasakan aura dari kebesaran sang pencipta Liberty. Ini membuat saya terkejut, kancing baju yang saya pakai saat itu sangat mirip dengan kancing baju yang dipakai sang pencipta Liberty “ Frederic Auguste Bartoldi “ dan ternyata baju yang saya pakai saat itu adalah buatan Amerika. Semua seperti ada garisnya, menurut pandangan saya.

Dari sana saya mengirimkan video dan foto dokumentasi kepada tukang pahat yang berada di Bali, agar tukang pahat mendapat aura dari Liberty yang asli.

Pada tanggal 7 Januari 2020 saya kembali ke Indonesia dan mengatur kedatangan para tukang pahat dari Bali ke tempat kami bekerja, Serpong - Tangerang Selatan. Pembuatan Liberty dimulai, namun saya harus pergi ke Qatar untuk misi Negara maka saya harus berangkat, mengapa? Sebab Kedutaan Besar Indonesia dan Kementrian Perdagangan Indonesia mempromosikan tentang Indonesia di Qatar yang berjudul “ Indonesian Corner “. Hampir sebulan disana muncul isu Corona membuat penerbangan dari Qatar ke Indonesia akan ditutup pada tanggal 18 maret 2020 saat itu, yang membuat saya harus kembali ke Indonesia pada tanggal 17 maret 2020. Sayangnya isu lockdown tersebut melanda Indonesia, hingga membuat para pengrajin saya yang berasal dari Bali, Jawa dan Bogor ini menjadi ketakutan dan ijin pulang kampung, padahal saat itu pula Patung Liberty belum selesai dibuat.

Inilah nilai perjuangan saya mewujudkan sebuah pohon yang ditebang menjadi barang yang sangat berharga, meski situasi dan kondisi serta adanya perintah Lockdown membuat saya bersama teman - teman seperti mati. Selain projects yang di canceled, juga membuat kami tidak bisa bekerja apapun, lalu puluhan karyawan terpaksa saya liburkan.

Misi saya tentang Liberty tertunda.
Tukang Pahat dan para pekerja dari luar kota tidak bisa kembali bekerja, sedangkan patung belum sempurna ini membuat saya memanggil karyawan seadanya untuk menghaluskan patung, menyamarkan wajah yang rusak, meng-expose aura dari pandangan matanya yang semula cacat karena bawaan kayu itu sendiri hingga melakukan finishing. Bukan hal yang mudah bagi saya bersama teman - teman bekerja dengan kayu dan alam.

Akhirnya pada hari Sabtu tanggal 26 september 2020 lalu, merupakan hari yang saya pilih karena bersamaan dengan hari Pariwisata sedunia yang jatuh pada tanggal 27 september. Dihari itu patung yang terbuat dari sebongkah kayu yang hampir saja dibuang, diterima dengan sangat baik oleh Kedutaan Amerika di Jakarta. Patung Liberty kayu itu kini terpampang diruang Perpustakaan di Gedung Utama Kedutaan Amerika di Jakarta, lalu beberapa American Embassies di Dunia membicarakan tentang patung yang saya buat sebagai karya seni anak bangsa Indonesia, sebagai pemersatu hubungan baik antar Pemerintah RI dengan pemerintah AS .

Saya berharap Pemerintah RI memberikan apresiasi, pengesahan atas karya cipta saya bersama teman - teman, dan juga Pemerintah Amerika Serikat, serta berkenan memberikan apresiasi kepada kedubes AS untuk Indonesia yang berada di Jakarta.

Semoga dengan adanya inspirasi saya tentang pohon tak berharga bisa menjadi sangat berharga, bagi saya secara peribadi maupun bagi Pemerintah RI. Saya berharap Bapak Presiden RI bisa memberikan apresiasi kepada hasil cipta karya seni anak bangsa, dimata nasional dan internasional.



Penulis : Panji Wibowo 88

Narasumber : Lisa Uttendorfer

-------------------------&&&----------------------

Terima kasih saya (Lisa Uttendorfer) kepada Kedutaan Besar Amerika, terkhusus kepada :

1. Mr Joseph R Donovan Jr selaku Ambassador yang telah memberi saya kesempatan yang sangat berharga ini.

2. Mr James R Dayringer selaku wakil Ambassador yang telah menerima persembahan saya.

3. Mr Jorge R Vazques dari the PD Dept, OBO Project Director.

4. BL Harbert International LLC, selaku Main Contractor untuk Gedung Pemerintahan America yang sangat berjasa membawa kami sampai pada cerita ini.

5. Mr Brendan Barry selaku pimpinan project dari BL Harbert International LLC

6. Mr Met dari OTTO Dept dan teman - teman di bagian Consular yang juga membantu mempermudah saya dalam mendapatkan Visa Bisnis.

7. Bapak Julius dari Kedutaan Amerika yang telah mengatur Cargo pengiriman.

8. PT Brama Logistics yang telah membantu pengiriman.

Yang sangat berjasa adalah Negara saya Indonesia diantaranya :

1. Terima kasih kepada Kementrian Perdagangan yang telah memberi saya jalan menuju Amerika.

2. Terima kasih kepada Bapak Wijayanto selaku Commercial Attache untuk Kedutaan Besar Indonesia di Washington DC Amerika serikat yang telah memberi saya Calling Visa, sehingga saya bisa mengunjungi Amerika Serikat dan diterima dengan sangat baik disana.

3. Terimakasih kepada team yang telah bekerja keras untuk ToBe Utama Indonesia dan atas nama “ Indonesia”.

4. Terima kasih kepada redaksi BNRI News, yang telah berkenan memuat cerita saya.

Semoga kerjasama kita membawa kebaikan antara kedua Negara.

" Indonesia - America "

Salam …

ToBe Utama Indonesia

Ttd,
Lismawati Kohar Abdullah ( Lisa Uttendorfer )

Posting Komentar

0 Komentar