Update

8/recent/ticker-posts

PUSDALOPS PB BPBD KABUPATEN KEBUMEN TERKAIT BENCANA ALAM




Kebumen - BNRI NEWS

Negara kita Indonesia kembali mengalami musibah alam di berbagai wilayah kota akibat curah hujan yang tinggi, bersama ini kami menjumpai satu kota terkena dampak hujan yang lebat sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin, 26 Oktober 2020 mulai Pukul 00.30 WIB sampai dengan Pukul 07.00 WIB.

Berikut ini kami menyampaikan ijin guna melaporkan terkait hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten kebumen sejak hari minggu pukul 14.00 wib sampai dengan hari senin pukul 03.00 wib di wilayah kabupaten kebumen yang mengakibatkan beberapa kejadian bencana alam ini mengalami genangan air dan tanah longsor. Dengan melihat kejadian ini mohon kepada instansi terkait untuk segera menanganinya, Kami menyampaikan kepada Bupati Kebumen, Wakil Bupati Kebumen, Dandim 0709/Kebumen, Kapolres Kebumen, Kajari Kebumen, Sekda Kebumen, Assisten 1 Sekda Kebumen, Plt. Kalak BPBD Kebumen, Kabid Darlog BPBD Kebumen agar supaya segera menangani dan memberikan bantuan kepada masyarakat setempat yang terkena dampak banjir serta tanah longsor.

Berikut ini data yang masuk ke BPBD Kab. Kebumen sampai pukul 06.00 wib yang dapat kami himpun sebagai berikut :

1. Banjir
Aliran Sungai Lesung di Kecamatan Prembun
Desa Pesuningan :Luapan sungai dan parapet jebol mengakibatkan air masuk pemukiman Kurang lebih 50 cm.
Desa Merden : Luapan sungai mengakibatkan air masuk ke pemukiman kurang
lebih 50 cm.
Desa Kedungbulus : Tanggul sungai lesung jebol kurang lebih 10 meter, Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Aliran Sungai Kedungbener di Kecamatan Alian dan Kecamatan Kebumen sebagai berikut :
Desa Krakal : Luapan air sungai menyebabkan genangan Ketinggian 1,6m. Warga sempat mengungsi ke Kantor Balaidesa Krakal kurang lebih 170 Jiwa. Kondisi saat ini warga sudah kembali ke rumah masing – masing.
Desa Kalirancang : Luapan air sungai menyebabkan genangan air dengan ketinggian 30cm - 50cm dan menyebabkan kandang ternak menjadi rusak.
Desa Sawangan : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Seliling : Luapan sungai mengakibatkan air masuk ke pemukiman. Kurang lebih  50 cm.
Desa Surotrunan : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Bojongsari : Tanggul sungai jebol mengakibatkan air sungai meluap kurang lebih 1 meter.
Desa Roworejo : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Tanahsari : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Sumberadi : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Wonosari : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Jatisari : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Aliran Sungai Karanganyar di Kecamatan Karanganyar sebagai berikut :
Desa Candi : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Kelurahan Karanganyar : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Kelurahan Panjatan : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Kelurahan Jatiluhur : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Plarangan : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Aliran Sungai Kemit di Kecamatan Karanganyar dan Kecamatan Adimulyo sebagai berikut :
Desa Grenggeng : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Panjangsari : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Adimulyo : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Aliran Sungai Telomoyo di Kecamatan Puring sebagai berikut :
Desa Madureja : Tanggul sungai telomoyo jebol kurang lebih Panjang 30 meter mengakibatkan air masuk ke pemukiman warga. Ketinggian kurang lebih 30 cm sampai dengan 1 meter masuk kedalam pemukiman, sehingga mengakibatkan warga mengungsi kurang lebih 995 jiwa dari 6 RT yang ditempatkan di pengungsian di SD Madureja.
 Desa Sidobunder : Dampak dari jebolnya tanggul sungai telomoyo yang terletak di Desa Madureja mengakibatkan genangan air hingga di Desa Sidobunder kurang lebih mencapai ketinggian 30cm sampai dengan 1 meter, demikian juga mengakibatkan warga mengungsi kurang lebih 300 KK dan bertempat di pengungsian rumah panggung. Berkaitan dengan kejadian tersebut maka rencana untuk menindaklanjuti yang telah disepakati pada pukul 09.00 melalui rapat koordinasi tindak lanjut penanganan bencana banjir dengan pihak muspika dan dinas terkait, rapat itu dilaksanakan di SD Madureja.
Aliran Sungai Jatinegara di Kecamatan Sempor sebagai berikut :
Desa Kalibeji : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.
Desa Sidoharum : Luapan air sungai menyebabkan genangan ketinggian 30cm - 50cm.

2. Tanah Longsor
Tanah longsor tersebut terjadi di beberapa desa seperti : Dk.Kedungsentul RT01/RW02, Desa Sidototo  Kecamatan Padureso, Dk.Kemulan RT03/RW02, Desa Padureso, Kecamatan Padureso kemudian ada juga di Dk.Mentalaga RT02/RW03 Desa Kaligubug, Kecamatan Padureso lalu ada dijalan Provinsi Prembun Wadaslintang, Masuk wilayah Desa Padureso. Selain itu ada juga di Dk.Kedungsemut RT01/RW06, RT02/RW02, RT02/RW03 Desa Kalirancang, Kecamatan Alian. Kemudian ada di wilayah RT04/RW01 Desa Prigi, Kecamatan Pejagoan, lalu terjadi pula dijalan Wadasmalang – Krakal, RT02/RW02 Desa Kalirejo, Kec Karanggayam. RT03/RW03, Desa Condongcampur, Kecamatan Sruweng, Desa Giyanti Kecamatan Rowokele, RT05/RW01 Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, RT01/RW03 Desa Donorojo, Kecamatan Sempor. Tidak hanya sampai di wilayah itu saja ternyata masih ada beberapa lokasi yang perlu ditangani oleh instansi terkait seperti Dk.Gununglanang RT05/RW02 Desa Ginandong, Kecamatan Karanggayam, lalu Dk Sibelet RT 01/RW04 Desa Gunugsari, Kecamatan Karanggayam kemudian ada pula Dk Legok RT 05/RW06 Desa Pejagoan, Kecamatan Pejagoan dan Jalan Pasar Jaten Kecamatan Alian.

Demikian hasil informasi yang kami himpun mulai dari awal serta yang dapat kami sampaikan selanjutnya perkembangan dari kejadian tersebut akan kami berikan secara jelas bersama instansi terkait dan masyarakat sudah ditangani pada laporan.

(Pen/P.Wibowo)

Sumber : PUSDALOPS PB BPBD KEBUMEN

Posting Komentar

0 Komentar