Update

8/recent/ticker-posts

Wisata Air Diklaten Ditutup Kembali




KLATEN|BNRI NEWS 

Objek wisata Air di Kabupaten Klaten ditutup kembali mulai hari ini Kamis (24/12/2020).
Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 443.1/758/13 tentang penutupan kembali Obyek Wisata Tirta pada masa pandemi covid-19 dikabupaten klaten. Surat Edaran itu ditanda tangani Bupati klaten Sri Mulyani tertanggal 23 Desember 2020.
Tetapi Obyek Wisata Alam, cagar budaya, serta religi di Klaten dipastikan masih diizinkan dibuka.

Inilah yang menjadi dilema dimasa sulit seperti sekarang ini, bila mana Obyek Wisata Air takut menjadi claster baru penyebaran covid-19 kenapa wisata alam,cagar budaya serta religi diizinkan dibuka sedangkan mereka juga berkerumun kenapa tidak ditutup semua seperti salah satu obyek wisata di Janti,ratusan pengunjung masih memadati obyek wisata tersebut hari ini. Ungkap pengelola salah satu obyek wisata air diklaten.

Selain itu banyak warga sekitar menggantungkan hidup berjualan mencari nafkah disini.
Menurut salah seorang pedagang yang sering berjualan didepan Umbul Pelem Desa Wangen, penutupan tempat wisata ini sangat merugikan kami selaku masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dengan berjualan disini,sedangkan kami punya keluarga yang butuh makan setiap hari terus saya harus bekerja apa lagi untuk menyambung hidup ungkapnya sambil mengusap air mata kesedihan ketika ditemui wartawan BNRI,tapi saya cuma wong cilik mau gimana lagi tidak bisa berbuat apa apa, semoga pemerintah daerah memikirkan nasib kami selaku masyarakat kecil imbuhnya.

Begitu juga dengan Yayuk salah seorang pedagang yang mempunyai lapak jualan di Umbul Kemanten "kemarin pagi saya baru belanja kebutuhan warung kok siangnya dapat kabar kalau obyek wisata ditutup dengan waktu yang belum ditentukan,terus  gimana dengan nasip-nasip  karyawan kami yang masih mempunyai tanggungan anak-anak yang masih kecil".

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito mengatakan salah satu pertimbangan Wisata Air kembali ditutup yakni kasus Covid-19 di Klaten yang masih tinggi. Empat pekan terakhir, Klaten bertahan pada zona merah atau resiko tinggi penularan virus corona.

Ronny mengakui pemkab dilematis mengeluarkan kebijakan tersebut. Apalagi, penutupan berbarengan dengan libur akhir tahun yang diharapkan bisa mendongkrak pendapatan Objek Wisata yang sempat terpukul pandemi lantaran tutup berbulan-bulan.
kami juga tahu sebenarnya obyek wisata membutuhkan infus untuk operasional.
Namun, karena kondisi belum memungkinkan, apa boleh buat ini yang diambil tindakan di Klaten.

Posting Komentar

0 Komentar