Update

8/recent/ticker-posts

Bupati Batu Bara Ir. Zahir, M.Ap Resmikan Pantai Sejarah





BATU BARA - BNRI NEWS

IR. Zahir, M.AP, beserta rombongan dari pemkab batu bara, tiba di wisata bahari pantai sejarah perupuk, senin, (07/03/21), pukul 11.48 wib.




Letak lokasi di jalan Besar Perupuk, kecamatan Lima Puluh Pesisir, kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara.

Bupati turun dari mobil dinas resminya , disambut dengan kawalan ketat lengkap dengan senjata. Satuan petugas yang di lturunkan terdiri dari TNI -AD, POLRI, DISHUB, KBPP POLRI khusus Shibara dan di dampingi FKPM.

Diawal sambutan Bupati diiringi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya serta pujian dan doa.

Pada kesempatan itu, Bupati dalam pidato singkatnya di hadapan ratusan masyarakat dan para tamu undangan termasuk Muspika yang tanpa teks, berlangsung selama 48 menit. Beliau mengatakan, " agar masyarakat dapat menjaga kebersihan pantai , serta menjunjung etika ketimuran, sesuai dengan motto kabupaten Batubara. Jangan ada lagi sang kupu kupu malam yang singgah di warung pantai sejarah, karena akan mengundang pria hidung belang."

Selanjutnya beliau menyampaikan agar dilakukan penertiban para calo liar, memberantas premanisme yang mengganggu ketentraman masyarakat.

Pemerintah kabupaten Batu bara dalam waktu dekat ini juga akan memberikan surat kepada seluruh pemilik warung yang ada di sepanjang pantai bahwasanya akan ada penggusuran, dan akan mendapatkan ganti rugi, serta disediakan tempat pengganti yang lebih layak huni .

Beliau menegaskan, jika arahan tersebut tidak di gubris, maka kami Pemkab tidak segan segan lagi untuk mengeksekusi secara paksa, baik dengan alat berat maupun escapator.

Bupati batu bara tidak gentar kepada preman yang menghalangi program pemerintah kabupaten, dengan nada serius seraya memandang pada awak media yang sedang meliput berita .

Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati Batu bara menyerahkan ID Card ( Kartu Ansuransi Nelayan ) kepada 2 orang warga setempat secara simbolis , ini membuktikan pemkab batu bara peduli kepada warga nelayan tradisional dan masyarakat yang kurang mampu .

(Pen/Dwi Ermadi)

Posting Komentar

0 Komentar