Update

8/recent/ticker-posts

Dari Budidaya Lumut, Warga Klaten Berpenghasilan Puluhan Juta




KLATEN - BNRI NEWS

Mungkin sebagian orang bingung dan Apa yang terlintas di pikiran orang ketika mendengar istilah petani lumut?Ya. Di Desa Sidowayah Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten Jawa Tengah ini banyak terdapat petani unik, yakni petani lumut.

Salah satu Petani lumut tersebut adalah Sidik Setyo Widayat Ketua Rukun Tetangga (RT) Sidowayah,tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai perangkat desa, melainkan juga membudidayakan lumut di sela-sela aktifitasnya.

Pria yang juga sebagai guru disalah satu Sekolah Dasar di kabupaten Boyolali ini, menjadi berkah tersendiri dengan bertani lumut. 

Gimana tidak,usaha budidaya lumut yang ia geluti selama lima tahun ini bisa memperoleh penghasilan hingga puluhan juta dalam satu bulannya. 

Lumut yang ia budidayakan dikolam kolamnya sangat diminati para pembeli dari kota kota lain sampai Pembeli ada yang datang jauh jauh dari wonogiri hanya untuk membeli Lumut hasil Budidayanya. 

Karna hasil Lumut budidayanya tersebut sangat bermanfaat dan cocok sebagai umpan untuk memancing ikan di waduk waduk maupun di sungai khususnya untuk ikan nila, mujair, dan tawes. 

Budidaya lumut Berbeda dengan Budidaya ikan maupun padi,karna lumut dapat dipanen seminggu dua sampai tiga kali,ucap sidik ketika ditemui Bnri News di kolam Lumutnya jumat (19/03/21). 

Namun Budidaya Lumut juga bisa gagal,lumut gagal berwarna kecoklatan dan mencuat ke permukaan Air,Hal tersebut berarti lumut mengandung penyakit dan tidak memiliki kualitas yang baik,Lumut tersebut tidak Laku dijual, Kendala bukan hanya terdapat pada hasil panen, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh cuaca. Jika pada umumnya petani padi sangat mengharapkan musim hujan, maka bagi petani lumut hujan justru menyebabkan lumut tidak tumbuh,tambahnya.

Setiap musim panen,Sidik tidak perlu ke kolam seharian penuh untuk memanen seluruh isi kolamnya. Lumut hanya perlu dijaring ketika datang pembeli saja. Setiap satu karung lumut dijual dengan harga 150 Ribu hingga 200 Ribu,dalam setiap bulan sidik mampu meraih penghasilan hingga puluhan juta. 

Pelanggan setia Sidik tentu saja adalah para pemancing dan penjual penjual lumut dari berbagai kota diklaten dan sekitarnya.

Kreatifnya,Sidik juga memanfaatkan media sosial facebook untuk memperluas pemasaran produknya.

(Ryan GAB)

Posting Komentar

0 Komentar