Update

8/recent/ticker-posts

Potret Eka, Sosok yang Tetap Berjuang di Masa Pandemi yang Berkelanjutan




TANGSEL - BNRI NEWS

Suatu pagi yang cerah(16/6/2021), terlihat seorang anak muda yang sedang bersiap menuju tempat dia bekerja, di sekitaran Bintaro, Tangerang Selatan. Berbekal makanan secukupnya, ia membawa peralatan pertukangan sebagai alat untuk bekerja.

Pemuda tersebut berangkat menuju lokasi projek yang tidak jauh dari tempat ia tinggal, ditempuh dengan waktu sekitar 15 menit menggunakan kendaraan yang sehari - hari ia pakai.

Sebuat namanya, Eka. Kesehariannya adalah sebagai tukang penebang pohon yang sudah tak lagi rapih di sepanjang jalan sebagai penghijauan di sebuah komplek perumahan yang tergolong elit.

Dipinggir jalan tersebut Eka melakukan perapihan pohon yang sudah menggangu jalur arus listrik, ataupun memotong pohon rindang yang sudah tua maupun yang sudah rapuh, agar tidak membahayakan para pengemudi kendaraan yang selalu melintasi jalan itu.

Eka melakukan tugas nya setiap 4 kali dalam seminggu, dimulai pukul 07.00 WIB hingga sore hari pukul 17.00 WIB dengan penghasilan Rp 100.000,- per hari. Walau Eka masih tergolong sangat muda,namun ia tetap bekerja keras menjalani proses kehidupan untuk menafkahi keluarganya. Tidak hanya itu, Eka pun giat dalam mencari tambahan ekonomi untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarganya, agar bisa tercukupi hingga akhir bulan. Oleh sebab itu, Selain Eka menyelesaikan tugas kesehariannya, ia juga mengumpulkan potongan kayu yang sejak pagi tadi hingga sore hari dikumpulkan, kemudian dijual ke pabrik tahu yang membutuhkan kayu bekas sebagai bahan bakar pembuatan tahu yang selalu dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya. Setelah Eka menyelesaikan pekerjaannya, barulah ia bergegas pulang ke rumahnya.

Walaupun pekerjaan tersebut sangat berat dan penuh resiko, apalagi dalam keadaan cuaca yang kurang mendukung, namun ia tetap semangat dalam bekerja agar suatu saat nanti Eka bisa merubah keadaan ekonomi keluarganya.
Hasil yang didapat memang belum memenuhi kriteria cukup, apalagi berlebih. Ia harus mencari peluang - peluang lainya agar sampah kayu tersebut menjadi tambahan pemasukan baginya.

Memang sangat kekurangan dalam hal perekonomian keluarganya, namun Eka berharap kedepannya ada suatu perubahan yang sangat berarti, apakah nanti ada perusahaan yang lebih baik untuk menampung tenaganya ataupun akan membeli hasil dari memotong kayu tersebut lebih banyak lagi dari pihak yang membutuhkan.

Saat ini harapan Eka menjadikan pekerjaannya sebagai pemotong kayu adalah karir awal untuk menjadikan pengalaman sekaligus sumber ekonomi untuk keluarga.

Jarang sekali di zaman ini kita melihat pemuda yang mau bekerja keras dan melawan kerasnya tantangan zaman, dengan pekerjaan yang boleh dibilang berisiko tinggi.

Keluarganya pun berharap ada suatu perubahan yang lebih baik untuk Eka dimasa yang akan datang, agar bisa meningkatkan perekonomian keluarganya menjadi lebih baik.

Potret Eka bagi perusahaan ataupun pemerintah wilayah, seharusnya bisa mendapat perhatian, bahwa masih ada masyarakatnya yang perkonomiannya belum mencapai taraf kesejahteraan minimal, sehingga perlu diberikan peluang dan kesempatan yang lebih baik agar dapat memadai kesejahteraannya.

(Fiyan)
Kontributor Tangsel

Posting Komentar

0 Komentar