Update

8/recent/ticker-posts

BUPATI LUWU UTARA PEDULI AGRO WISATA




Masamba|BNRI NEWS

Akhir pekan Kemarin, saya Indah Putri Indriani bersama Ketua DPRD, Pak Basir berkunjung ke Rongkong. Kami bertemu Muslim, pemuda Desa Rinding Allo, Kecamatan Rongkong yang berprofesi sebagai perawat dan kini meraih omset hingga puluhan juta setiap bulan dari hasil bertani.

Di atas lahan sekira satu hektare di Dusun Manganan, dan diberi nama Agro Wisata Buntu Lemo, Muslim menanam sayuran, cabai, tomat, bawang, dan juga buah seperti alpukat, nangka, dan stroberi.

Untuk tanaman, kata Muslim, sudah berjalan sekira 1 tahun 6 bulan. Kalau wisata baru lima bulan. Berawal dari teman-teman di Kelompok Wisata Buntu Lemo, bersama Muslim membuat spot foto yang terbuat dari anyaman bambu dengan latar belakang panorama alam Rongkong yang memang sangat potensial untuk dikembangkan.

Ditanya soal omset, Muslim yang merupakan alumni Keperawatan Stikes Luwu Raya Palopo ini menyebutkan khusus wisata, untuk masuk ke sini, tiap wisatawan harus membayar Rp5000/orang. Kalau untuk memetik cabai dikenakan biaya Rp35.000/kilo. 

Pengunjung juga bisa langsung membeli hasil pertanian yang telah disediakan. Soal penghasilan, dari wisata biasanya Rp2,9 juta/minggu dan untuk pertanian Rp4 juta/minggu. Selain dibeli pengunjung, hasil pertaniannya juga dibeli pedagang dan dikirim ke Palopo, Toraja, Morowali, Pare-pare, hingga ke Makassar.

Saya hadir dan tentu mengapresiasi langkah Muslim bersama pemuda di Rongkong yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata Buntu Lemo. Saya ingat sekali dulu Pak Ketua DPRD marah karena  warga yang kerap membeli sayur yang dibawa penjual dari luar. 

Akhirnya marah-marah, baik tersebut menjadi motivasi dan masyarakat di sini mulai menanam hingga menikmati hasilnya. Bahkan, hasilnya tidak hanya untuk konsumsi rumah tangga saja tapi juga untuk menyuplai pasar lokal dan mendapat nilai ekonomisnya. Mudah-mudahan dari tempat ini bisa juga dilakukan di tempat-tempat yang lain.

Hal ini juga tentu tidak lepas dari support PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) di Rongkong, namanya Pak Warno yang mengajak warga termasuk Muslim tadi dan membantu bibit untuk ditanam. Dan dari laporan terakhir, setiap keluarga menghasilkan Rp2-3 juta dari cabai saja. Kita berharap ini tentu saja tidak musiman. 

Ke depan, ada kabar baik juga karena akan ada program Desa Wisata yang merupakan hasil perjuangan dari Anggota DPR RI, Pak Muhammad Fauzi. Ini tentu merupakan bentuk kolaborasi yang baik, Alhamdulillah bisa kita arahkan kesini. 

Tak hanya untuk agro wisata di Dusun Manganan, di Dusun Salurante juga akan kita intervensi untuk Home Stay-nya, mengingat di sana ada wisata budaya Galeri Tenun Rongkong dengan panorama alam sawah terasering. Kita juga sudah usulkan ke Kementerian Parekraf untuk sarana pendukung lainnya. Mohon dukunganya semua.

Sumber: Bupati Luwu Utara,Indah Putri Indriani.
SamsulHD, BNRI_NEWS
Kontributor SulSel

Posting Komentar

0 Komentar